Website ini berisi tentang Informasi Kesehatan seperti: Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran, Rumah Sakit, Lowongan kerja, Penyakit, Obat, Jurnal, Askep, Makalah, SOP / Protap, Tips & cara, CPNS dan lain sebagainya.

Saturday, 7 November 2015

Peningkatan Tekanan Intrakranial (PTIK)



1.         Definisi Peningkatan Tekanan Intrakranial (PTIK)

Tekanan intrakranial adalah tekanan dalam rongga kranial dan biasanya diukur sebagai tekanandalam ventrikel otak (Joanna Beeckler,2006). Menurut Morton, et. al.tahun 2005, tekanan intrakranial normal adalah 0-15 mmHg. Nilai diatas 15 mmHg dipertimbangkan sebagai hipertensi intrakranial atau peningkatan  tekanan intrakranial. Tekanan intrakranial dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu otak (sekitar 80% dari volume total), cairan serebrospinal (sekitar 10%) dan darah (sekitar 10%). Hukum Monro-Kellie menjelaskan tentang kemampuan regulasi otak yang berdasarkan volume yang tetap. Selama total volume intrakranial sama, maka TIK akan konstan. Peningkatan volume salah satu faktor harus diikuti kompensasi dengan penurunan faktor lainnya supaya volume tetap konstan. Perubahan salah satu volume tanpa diikuti respon kompensasi dari faktor yang lain akan menimbulkan perubahan TIK (Morton,et.al,2005). Beberapa mekanisme kompensasi yang mungkin antara lain cairan serebrospinaldiabsorpsi dengan lebih cepat atau arteri serebral berkonstriksi menurunkan aliran darah otak.
Untuk mengetahui dan memonitor tekanan intracranial, dapat digunakan metode non invasif atau metode invasif.
Metode non invasive meliputi (Thamburaj, Vincent, 2006) :
1)      Penurunan status neurologi klinis dipertimbangkan sebagai tanda peningkatan TIK. Bradikardi, peningkatan tekanan pulsasi, dilatasi pupil normalnya dianggap tanda peningkatan TIK
2)    Transkranial dopler, pemindahan membrane timpani, teknik ultra sound“time of flight”sedang dianjurkan.Beberapa peralatan digunakan untuk mengukur TIK melalui fontanel terbuka. Sistem serat optic digunakan ekstra kutaneus.
3)    Dengan manual merasakan pada tepi kraniotomi atau defek tengkoak jika ada, dapat juga memberi tanda.
Sedangkan metode invasive meliputi (Thamburaj, Vincent, 2006) :
1)    Monitoring intraventrikular menjadi teknik yang popular, terutama pada klien dengan ventrikulomegali.
Keuntungan tambahan adalah dapat juga mengalirkan cairan serebrospinal.Cara ini tidak mudah dan dapat menimbulkan perdarahan dan infeksi.
2)    Sekrup dan palang kateter

2.         Anatomi Fisiologi Otak
Susunan saraf  terdiri dari susunan saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis) serta susunan saraf perifer.

· Meningen
Otak dan medulla spinalis dilindungi oleh 3 selaput otak :
a)     Duramater atau dura (pakimenings)
Duramater terdiri dari dua lapisan jaringan ikat padat.Lapisan yang lebih luar berfungsi sebagai periosteum dan secara kuat melekat pada tulang.Lapisan yang lebih dalam adalah selaput otak yang sebenarnya dan menghadap rongga subdural yang sangat sempit.Arteri duralis dan meningealis berjalan diantara dua lapisan ini.Arteri-arteri ini relatif besar, arteri meningealis media adalah yang terbesar, menyebar pada seluruh bagian cembung lateral.
b)     Arakhnoid
Arakhnoid merupakan struktur yang halus tetapi kuat, terdiri dari membran selular luar dan lapisan jaringan ikat dalam, dimana melekat jaringan longgar trabekula yang tipis
c)     Piamater atau pia
Piamater terdiri dari lapisan sel mesodermal tipis seperti endotelium.Berlawanan dengan arakhnoid, membran ini menutupi semua permukaan otak dan medulla spinalis, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi kecuali permukaan ventrikel.

· Rongga subarachnoid
Rongga leptomeningeal ini terisi oleh cairan serebrospinal yang bersirkulasi (CSS) semua pembuluh darah dan saraf dari otak dan medulla spinalis melewati cairan ini.Di rongga subarachnoid ini terjadi penyerapan CSS oleh granulasio arakhnoidales.
· Otak
Otak terdiri dari otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), diencephalon dan batang otak (brainstem) berupa mesensefalon, pons, dan medulla oblongata.

Otak besar (Cerebrum)
Terdapat dua bagian otak besar yang dikenal sebagai hemisfer kiri dan hemisfer kanan.Kedua hemisfer tersebut dihubungkan oleh sebuah commisura yaitu corpus calosum. Masing masing otak besar terdiri dari susunan yang disebut korteks serebri, jaringan massa putih atau white matterdan ganglia basalis. Bagian permukaan otak yang melekuk kedalam disebut sulkus dan sulkus yang lebih dalam disebut fissura, sedangkan bagian otak yang menonjol keluar disebut girus. Dengan adanya sulkus/fissura dan girus ini maka akan memperluas permukaaan otak yang berada pada rongga tengkorak yang sempit.
Lapisan permukaan otak atau yang sering disebut korteks cerebri terdiri dari substansia grissea atau massa abu-abu yang banyak mengandung badan sel, sedangkan bagian dibawahnya yang disebut sub-korteks berwarna putih atau substansia alba, lapisan ini banyak mengandung serabut-serabut saraf yang bermielin.
Otak besar terdiri dari bagian-bagian besar yang disebut lobus, meliputi :
1)    Lobus frontalis
Merupakan bagian otak yang terbesar yang terletak di muka dari belakang mata sampai dengan pertengahan kepala yaitu sulkus sentralis.Lobus frontalis mempunyai beberapa fungsi penting yaitu pengatur motorik (gerakan), pusat bicara motoric (broka), pusat emosi, pusat berfikir, pusat prilaku, pusat inisiatif, dan lain-lain.
2)    Lobus parietalis
Berada di belakang lobus frontalis yang dibatasi oleh sulkus sentralis.Berfungsi sebagai pusat pengelola dari sensasi somato sensorik yang meliputi perasaan nyeri, suhu, taktil atau menilai objek.
3)    Lobus temporalis
Berada di lateral bawah yang berperan sebagai pusat pendengaran, pengertian bahasa, memahami suara, irama music, mengetahui posisi kanan-kiri dan sebagainya.
4)    Lobus oksipitalis
Lobus oksipitalis adalah bagian otak yang paling belakang, berada di belakang lobus parietalis dan lobus temporalis.Peran utama lobus oksipital adalah sebagai pusat penerimaan dan analisa penglihatan dikenal sebagai kortek calcarina dan pengenalan penglihatan serta warna.
5)    Insula
Insula atau disebut juga dengan Reil Island merupakan bagian otak yang tertutup oleh lobus frontalis, parietalis, dan operculum temporalis, terletak tepat dibawah lekukan sulkus sentralis, fissure lateralis, dan tepat di lateral claustrum. Insula peranannya tak banyak diketahui, tetapi terdapat hubungan dengan sirkuit pengecapan dan penciuman.

· Ganglia Basalis
Merupakan massa abu-abu yang berada pada lapisan dalam hemisfer serebri yang termasuk kedalam sistem ekstrapiramidalis. Ganglia basalis ini terdiri dari:
1)    Nucleus caudatus
2)    Nucleus lentiformis/lenticularis (putamen+Globus palidus)
3)    Amygdala

· Sistem Ventrikel
Salah satu bagian dari fisiologi serebral yang penting adalah sistem ventrikel yang berisi cairan likuor serebrospinalis.Sistem ventrikel terdiri dari dua ventrikel lateralis dan ventrikel ke-3 serta ventrikel ke-4 yang tidak berpasangan.Masing-masing ventrikel lateralis mempunyai kornu anterior, sela media, kornu posterior serta kornu inferior atau temporal.Kedua ventrikel tersebut dihubungkan dengan ventrikel ketiga oleh foramen Monroe atau foramen interventrikularis.Akuaduktus sylvii menghubungkan ventrikel ke-3 dan ventrikel ke-4. Ventrikel ke-4 berhubungan dengan rongga subarachnoid melalui 3 foramina: 2 foramen luscha dan 1 foramen magendie. Cairan serebrospinalis yang berjumlah total 150 cc diproduksi secara kontinyu sebanyak 20 cc/jam pleksus koroideus yang terletak di ventrikel lateralis dan ventrikel ke-3, dan diresorbsi oleh granulasio arkhnoidalis yang terletak di rongga subarachnoid.Cairan ini berfungsi sebagai salah satu pelindung otak, memberikan suplai zat nutrisi ke otak dan lain sebagainya.Cairan ini diproduksi secara kontinyudi pleksus koroideus yang berada di ventrikel lateralis dan ventrikel ke-3.

· Sistem sirkulasi dari serebrum
Darah dialirkan ke otak oleh dua pasang arteri: arteri karotis interna dan arteri vertebralis. Keempat pemberi makan ini bebas satu sama lain sampai semua memasuki kranium dan menjadi saling berhubungan melalui sistem anastomosis, yaitu sirkulus arteri willisi dan arteri basilaris. Arteri karotis interna kanan dan kiri akan masuk rongga tengkorak dan sebelum berlanjut menjadi arteri serebri media bercabang menjadi arteri serebri anterior, kemudian arteri karotis anterior yang saling beranastomosis melalui arteri komunikans anterior. Sedangkan arteri cerebri media akan beranastomosis dengan arteri cerebri posterior yang berasal dari percabangan arteri basilaris melalui arteri komunikas posterior. Arteri vertebralis bersatu membentuk arteri basilaris yang bercabang kanan dan kiri yang berguna memvaskularisasi batang otak dan serebelum (otak kecil).Sedangkan pada aliran darah balik (vena) melalui sistem vena sentral terdiri atas aliran vena serebral eksternal atau superfisial dan aliran vena serebral interna atau profunda.Kedua vena ini mengalirkan darah kedalam sinus venosus.Dari sinus venosus melalui vena emisries darah balik ini diteruskan ke vena ekstra kranial.

3.         Patofisiologi Peningkatan Tekanan Intrakranial (PTIK)
Tekanan intrakranial (TIK) adalah tekanan yang diakibatkan oleh adanya cairan serebrospinal dalam ventrikel otak.Secara umum istilah TIK adalah fenomena dinamik yang berfluktuasi sebagai respon dari berbagai faktorpenyebab. Dalam keadaan normal TIK antara 0-10 mmHg, bila diukur dengan alat pengukur yang dipasang setinggi foramen monro dalam posisi berbaring. Meninggikan posisi kepala atau berdiri akan menurunkan TIK, sedangkan batuk, bersin, atau mengedan akan meningkatkan TIK. Dua hal yang berperan dalam menjaga metabolisme otak agar berjalan normal adalah kecukupan oksigen dan kecukupan sumber energi yaitu glukosa.
Dalam keadaan normal rongga tengkorak dewasa merupakan suatu ruang yang dalam keadaan normal memiliki tekanan yang konstan. Terdapat 3 komponen yang menentukan tekanan intrakranial yaitu parenkim otak, cairan serebrospinal, dan darah yang berada di pembuluh darah. Penambahan salah satu dari ketiga komponen tersebut pada tahap awal akan dikompensasi oleh 2 komponen yang lain. Misalnya, pada edema serebri akan dikompensasi dengan pengurangan cairan serebrospinal melalui pengurangan produksi, percepatan absorpsi, atau mekanisme pintas atau dengan pengurangan jumlah darah yang beredar dengan vasokonstriksi pembuluh darah serebral. Pada penambahan volume rongga tengkorak tahap lanjut tentunya mekanisme ini tidak mampu lagi melakukan kompensasi sehingga tekanan intrakranial akan meningkat dalam waktu yang cepat.
Secara klinik ada  dua kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, yaitu:
A.    Udema Serebral
Secara umum udem serebral diartikan sebagai penimbunan abnormal air atau cairan lain di intra seluler, ekstra seluler, atau keduanya. Akibat udem menyebabkan peningkatan volume jaringan otak. Udem dapat bersifat local atau difus. Udem otak dapat menyebabkan keadaan berbahaya, karena cairan tersebut akan menekan jaringan otak yang berdampak  pada kelainan neurologic. Bila udem bertambah hebat, kematian terjadi karena herniasi transtentorial yang menyebabkan penekanan dan iskemik batang otak. Udem serebri terbagi atas edema vasogenik, edema sitotoksik, dan  edema interstisial.
·         Udem vasogenik (ekstraseluler)
Udem vasogenik merupakan udem yang paling sering terjadi, terutama di masa putih otak (substansia alba). Patofisiologinya adalah akibat rusaknya sawar darah otak yang menyebabkan kebocoran plasma kedalam jaringan darah otak.Penyebab paling sering adalah tumor otak, cedera serebral, abses serebral, serta infark atau perdarahan otak.

·         Udem sitotoksik  (Intraseluler)
Peningkatan cairan di intraseluler, terutama di massa kelabu otak. Akibat masuknya cairan kedalam sel berdampak toksik pada sel dan mengganggu fungsi sel tersebut.Keadaan ini sering dihubungkan dengan hipoksia atau henti jantiung akut.Sel neuron memerlukan energi untuk beraktifitas, terutama oksigen.Dalam keadaan udem terjadi suasana anaerob sehingga energi yang dihasilkan hanya sedikit dengan asam laktat yang meningkat.Peningkatan jumlah asam laktat dapat menyebabkan kematian sel otak.Penyebabnya adalah hipoksia serebral, keadaan henti jantung, kondisi hipo osmolaritas atau SIADH, hiponatremi, atau meningitis purulenta.

·         Udem interstisial
Pada udem jenis ini terjadi perpindahan cairan serebrospinal ke dinding ventrikel sehingga terjadi peningkatan kadar natrium dan air didalam periventrikuler. Kondisi ini sering dikaitkan dengan hidrosefalus.

B.    Hidrocephalus
Hidrosefalus adalah keadaan dimana terjadi dilatasi progresif ventrikel otak akibat produksi cairan serebrospinal berlebih atau penyerapannya terganggu.Hidrosefalus lebih merupakan sindrom klinis daripada suatu istilah penyakit.Hidrosefalus terbagi atas communicating(tanpa sumbatan pada system ventrikel) dan Non-Communicating (terjadi sumbatan pada system ventrikel, terjadi gangguan pada penyerapan).

4.       


Peningkatan Tekanan Intrakranial (PTIK) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aulia Rahman

0 comments:

Post a Comment