Website ini berisi tentang Informasi Kesehatan seperti: Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran, Rumah Sakit, Lowongan kerja, Penyakit, Obat, Jurnal, Askep, Makalah, SOP / Protap, Tips & cara, CPNS dan lain sebagainya.

Wednesday, 16 December 2015

Prinsip Resusitasi Cairan Tubuh

Hal - hal yang perlu diperhatikan selama resusitasi atau pergantian cairan tubuh yang hilang:
  1. Tentukan besar kekurangan volume cairan , atas dasar amamnese, pemeriksaan fisik dan bila perlu laboratories.
  2. Tentukan macam cairan yang hilang atas dasar patofiologis penyakit yang kita hadapi.
Misalnya       :
  • Pada perdarahan seluruh komponen dalam plasma ikut hilang ( termasuk protein ) yang berarti tekanan onkotik akan turun bila hanya dig anti dengan cairan kristaloid saja ( prinsip hemodilusi ).
  • Pada gastroenteritis cairan dan elektrolit saja yang hilang.
  • Pada sepsis terjadi kebocoran kapiler sehingga partikel dengan molekul relative kecil ( termasuk albumin ) akan keluar sehingga tekanan onkotik akan menurun.
  • Pilih cairan yang akan kita gunakan untuk mengganti, bila diperkirakan tekanan onkotik turun, berikan cairan koloid. Sebagai pagangan kasar ( pada resusitasi perdarahan ) setiap 2000 – 2500 cc cairan kristaloid berikan 500 cc cairan koloid.
  • Tentukan lama / waktu pemberian. Pasien kritis / gawat harus segera mungkin tercukupi jumlah cairannya, sebab targetnya adalah mencukupi cardiac out put. Oleh karena itu dalam waktu 6 jam harus tercapai targetnya.

Prinsip Resusitasi Cairan Tubuh Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aulia Rahman

0 comments:

Post a Comment